Grand Canyon Akan Terlihat Nyata di Google Street View

Meski Google Maps ditinggalkan Apple di perangkat iOS, Google terus mengembangkan teknologi pemetaan. Untuk pertama kalinya Google memasang kamera berteknologi Trekker atau kamera mata-mata di sebuah ransel yang digunakan untuk hiking di Grand Canyon. Ini dilakukan untuk menunjukkan jalan yang aman dilalui saat hiking di Grand Canyon.

Langkah ini merupakan evolusi terbaru dalam teknologi pemetaaan bagi perusahaan yang telah memotret ribuan kota dari berbagai negara untuk fitur Street View. Dengan satu klik mouse, pengguna internet seperti berada pada tampilan 360 derajat, dan tidak lagi seperti buku-buku wisata yang hanya terlihat datar dalam gambar 2D.

“Semua gambar ini semacam sebuah ikon, budaya, dan sejarah lokasi yang tidak dapat kita akses ketika kita sedang berjalan sendiri,” kata Ryan Falor, Manajer Produk Google, dilansir dari situs Orange.co.uk.

Google mengumumkan telah menggunakan teknologi Trekker ini pada awal tahun. Tapi secara resmi, pengumpulan datanya dimulai pekan ini di Grand Canyon.

Ransel ini belum siap digunakan oleh para relawan untuk mencari gambar. Namun Google mengatakan ingin menyebar para relawan di hutan-hutan nasional, jalan-jalan sempit di Venesia, Gunung Everest, dan reruntuhan bangunan kuno dan istana.

Langkah untuk menangkap gambar Grand Canyon ini muncul setelah Apple menghilangkan Google Maps di sistem operasi mobile-nya dan menggunakan program pemetaan sendiri. Apple menganggap Google Maps masih kurang lengkap memberikan arah dan menunjukkan kota-kota yang sudah hilang.

Google sudah meluncurkan fitur Street View sejak tahun 2007, dan jangkauannya terus diperluas. Awalnya hanya lima kota di Amerika Serikat, namun nanti akan mencapai lebih dari 3.000 kota di 43 negara.

Teknologi Trekker ini dapat menangkap gambar setiap 2,5 detik dengan 15 kamera yang berukuran 5 megapixel. Data GPS-nya masih terbatas, sehingga Google harus memberikan kompensasi dengan memberikan sensor perekaman suhu, getaran, dan orientasi perangkat saat arahnya berubah.

Semua masalah tersebut harus segera diselesaikan oleh Google, sebelum fitur Street View yang berupa rangkaian gambar ini digunakan oleh para pengguna dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, fitur Street View masih mengalami masalah di tempat-tempat seperti di Eropa dan Australia. Penyebabnya adalah informasi data-data gambar dikirim melalui jaringan nirkabel yang tidak aman.

SUMBER

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s